![]() |
| Foto : auladi |
Cikal
bakal penduduk desa yang kemudian dinamakan Desa Mentaras ini bermula dari
seorang perantau yang bernama wongso atau lebih dikenal dengan julukan mbah
Kuasen (Penguasa) yang berasal dari madura. Mbah Kuasen / Wongso ini menetap dan membuka sawah
disebelah timur desa. Namun nama dusun
itu (Pondok) bermula dari pengikut mbah Kuasen yang datang ke dusun
tersebut untuk bertapa atau sekedar menginap. Karena seringnya dusun tersebut
digunakan untuk mondok/menginap, maka dinamakam dusun Pondok.
Beberapa waktu kemudian ada seorang Sunan dari
Sendang Paciran Lamongan yang bernama Sunan Prembayun datang ke daerah
disebelah barat dusun Pondok. Pada waktu itu daerah tersebut hutannya masih
sangat lebat tetapi sudah ada rumah
penduduk yang belum diberi nama. Kemudian Sunan Prembayun dan para pengikutnya
membuka sawah di sebelah selatan daerah tersebut. Dalam waktu satu malam, Sunan
Prembayun bersama pengikutnya berhasil menyelesaikan/membuka hutan seluas
sekethi + 450 are. Hingga sekarang sawah yang luasnya sekethi tetap
menjadi hak dari waris Sunan Prembayun yang berada di Desa Sendang Kecamatan
pacira Kabupaten Lamongan.
Menurut
legenda yang ada, kata “Mentaras” sendiri muncul dari ucapan Seunan Prembayun
yakni setelah “Mentas” mengerjakan sawan badan
ini rasanya “Waras”, kemudian dari kedua kata tersebut sunan memberi
nama desa Mentaras.
Setelah
Desa Mentaras, kemudian berturut-turut
berdiri dusun-dusun yang lain, yakni :
1. Dusun
Rejosari
Dusun ini terletak di utara desa Mentaras,
kata Rejosari” sendiri berarti Rejo
kari-kari atau ramai/jaya dikemudian hari. Dusun tersebut seusia dengan
Mentaras.
2. Dusun
Sidobangun.
Dusun ini dibangun tahun
1967. Penduduknya berasal dari dusun pondok yang pindah ke utara dusun dan
ternyata tidak kerasan dan bahkan ada yang kebali karena sulit air serta jauh
dari daerah persawahan, tetapi setelah ditemukannya sumur/ mata air penduduk
tentram dan menetap disana. Oleh karena itu dinamakan “Sidobangun”.
Kepala Desa Mentaras,
AKHMAD
SUPARTO,SH










