This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Januari 2014

SEJARAH DESA MENTARAS


Foto : auladi

             Cikal bakal penduduk desa yang kemudian dinamakan Desa Mentaras ini bermula dari seorang perantau yang bernama wongso atau lebih dikenal dengan julukan mbah Kuasen (Penguasa) yang berasal dari madura. Mbah Kuasen /  Wongso ini menetap dan membuka sawah disebelah timur desa. Namun nama dusun  itu (Pondok) bermula dari pengikut mbah Kuasen yang datang ke dusun tersebut untuk bertapa atau sekedar menginap. Karena seringnya dusun tersebut digunakan untuk mondok/menginap, maka dinamakam dusun Pondok. 
             Beberapa waktu kemudian ada seorang Sunan dari Sendang Paciran Lamongan yang bernama Sunan Prembayun datang ke daerah disebelah barat dusun Pondok. Pada waktu itu daerah tersebut hutannya masih sangat lebat  tetapi sudah ada rumah penduduk yang belum diberi nama. Kemudian Sunan Prembayun dan para pengikutnya membuka sawah di sebelah selatan daerah tersebut. Dalam waktu satu malam, Sunan Prembayun bersama pengikutnya berhasil menyelesaikan/membuka hutan seluas sekethi + 450 are. Hingga sekarang sawah yang luasnya sekethi tetap menjadi hak dari waris Sunan Prembayun yang berada di Desa Sendang Kecamatan pacira Kabupaten Lamongan. 
            Menurut legenda yang ada, kata “Mentaras” sendiri muncul dari ucapan Seunan Prembayun yakni setelah “Mentas” mengerjakan sawan badan  ini rasanya “Waras”, kemudian dari kedua kata tersebut sunan memberi nama desa Mentaras. 
            Setelah Desa Mentaras, kemudian  berturut-turut berdiri dusun-dusun yang lain, yakni :
1. Dusun Rejosari
Dusun ini terletak di utara desa Mentaras, kata Rejosari” sendiri  berarti Rejo kari-kari atau ramai/jaya dikemudian hari. Dusun tersebut seusia dengan Mentaras. 
2. Dusun Sidobangun.
 Dusun ini dibangun tahun 1967. Penduduknya berasal dari dusun pondok yang pindah  ke utara dusun dan ternyata tidak kerasan dan bahkan ada yang kebali karena sulit air serta jauh dari daerah persawahan, tetapi setelah ditemukannya sumur/ mata air penduduk tentram dan menetap disana. Oleh karena itu dinamakan “Sidobangun”.


Kepala Desa Mentaras,
AKHMAD SUPARTO,SH

Foto Kepala Desa Mentaras